Rabu, 21 September 2011

Komponen Utama atau Aspek-Aspek Pembelajaran Kontekstual


curriculum 300x241 Komponen Utama atau Aspek Aspek Pembelajaran KontekstualKomponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual di kelas adalah kontruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penilaian sebenarnya (authentic assement). Kelas dapat dikatakan menggunakan pendekatan kontekstual jika menerapkan komponen-komponen tersebut dalam pembelajarannya (Nurhadi, 2004:31-51). Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Inkuiri adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencairan dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Bertanya adalah menggali kemampuan, membangkitkan motivasi dan merangsang keingintahuan siswa. Pemodelan adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Refleksi adalah proses mengendapkan pengalaman yang telah dipelajari dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilalui. Penilaian nyata adalah proses mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa yang diarahkan pada proses belajar bukan hasil belajar. (Sanjaya, 2006:118-122).
Dalam komponen kontruktivisme sebagai filosofi dapat dikembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Dengan demikian siswa belajar sedikit demi sedikit dari konteks terbatas, siswa mengkonstruksi sendiri pemahamannya. Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna. Komponen inkuiri sebaga strategi belajar dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori baik perorangan maupun kelompok. Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep / fenomena. Dalam hal ini mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis.
Komponen bertanya sebagai keahlian dasar yang dikembangkan, bertanya sebagai alat belajar mengembangkan sifat ingin tahu siswa. Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu, mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi, digunakan untuk menilai kemampuan siswa berfikir kritis dan melatih siswa untuk berfikir kritis.
Komponen masyarakat belajar sebagai penciptaan lingkungan belajar yaitu menciptakan masyarakat belajar atau belajar dalam kelompok-kelompok. Dalam hal ini berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain. Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri.
Komponen permodelan, model sebagai acuan pencapaian kompetensi yaitu menunjukkan model sebagai contoh pembelajaran (benda-benda, guru, siswa lain, karya inovasi dll). Membahasakan gagasan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana menginginkan siswa untuk belajar, dan melakukan apa yang diinginkan agar siswa untuk belajar, dan melakukan apa yang diinginkan agar siswa melakukannya. Komponen refleksi sebagai langkah akhir dari belajar yaitu melakukan refleksi di akhir pertemuan agar siswa merasa bahwa hari ini mereka belajar sesuatu. Dalam hal ini refleksi berarti cara-cara berpikir tentang apa yang telah dipelajari. Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas dan pengalaman. Mencatat apa yang telah dipelajari dan merasakan ide-ide baru. Komponen penilaiannya sebenarnya dalah melakukan penilaian yang sebenarnya dari berbagai sumber dan dengan berbagai cara. Dalam hal ini mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau pengalaman. Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan. Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur.
Jadi dalam pembelajaran kontekstual berarti melaksanakan komponen-komponen atau aspek-aspek pembelajaran kontekstual, dalam hal ini guru memegang peranan penting dalam menciptakan pembelajaran yang menggairahkan atau menyenangkan sehingga guru harus kreatif memilih metode pembelajaran yang efektif dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Dari segi proses guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar siwa secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikan mampu mengubah perilaku sebagian besar siswa kea rah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik.

Rencana Tindakan
Rencana tindakan yang dapat digunakan untuk mengatasi pembelajaran geografi agar dapat menarik, siswa menjadi termotivasi, minta belajar siswa tinggi adalah dengan metode pembelajaran kontekstual atau CTL. Dengan optimalisasi pembelajaran geografi melalui metode CTL merupakan alternative proses pembelajaran agar lebih menyenangkan dan bermakna. Sebagai pedoman langkah dalam memberikan tindakan kelas maka kegiatan dalam proses pembelajaran kontekstual dapat diurutkan sebagai berikut :
a.       Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang dilaksanakan atau guru menjelaskan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.
b.      Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL.
c.       Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai jumlah siswa.
d.      Guru melakukan pre test untuk mengukur kemampuan dasar siswa.
e.       Guru membagi tugas siswa untuk melakukan pengamatan atau observasi. Guru dapat memberi lembar pengambatan dan menunjukkan materi yang harus dipersiapkan.
f.       Guru melakukan Tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan siswa.
g.      Siswa melakukan pengamatan sesuai dengan pembagian tugas kelompok dan mencatat hal-hal yang mereka temukan.
h.      Siswa yang melakukan diskusi kelompok dari hasil temuan mereka sesuai materi yang ditugaskan guru.
i.        Siswa menyerahkan hasil diskusi kelompok ke guru sebelum presentasi di depan kelas.
j.        Siswa melakukan forum diskusi kelas atau mendiskusikan hasil temuan mereka dengan adanya kelompok yang presentasi secara bergantian di depan kelas.
k.      Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.
l.        Selama presentasi dan diskusi kelas, guru mengevaluasi dan mencatat point-point yang perlu dipertegas.
m.    Guru melakukan pemantapan dengan memberikan tambahan point-point yang perlu dipertegas.
n.      Dengan bantuan guru, siswa menyimpulkan hasil observasi atau pengamatan.
o.      Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.
p.      Guru memberikan post test untuk mengukur pemahaman hasil belajar.
q.      Dari proses tersebut guru dapat mengetahui apakah proses pembelajaran geografi sudah optimal.
Rencana tindakan itu tidak hanya diberikan dalam satu kali tatap muka tetapi dapat dilaksanakan lebih dari satu pertemuan dalam tiap siklus. Setelah siswa melakukan kunjungan studi ke luar atau observasi lapangan sampai siswa mengerjakan tugas dan menghasilkan sebuah karya serta mempresentasikannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar